Sabtu, 07 Februari 2015

Lulu Khumaeroh, Nama Ini Tak Kan Terlupakan



Sore itu mendung, tampak sebentar lagi akan turun hujan. Langit tampak mulai gelap, lampu-lampu mulai menyala satu persatu. Aku berdiri terdiam tepat di depan GOR Al Hikmah 2, memandang ke langit, melihat sekeliling ku. Tanah ini akan menjadi sejarah, sejarah hidupku. Serasa semua kenangan selama 7 tahun ini kembali datang memenuhi hati dan pikiranku, ''pasti akan ku rindukan tempat ini'', batinku. Di depan mesjid An Nur, mesjid bersejarah dan penuh kenangan buat ku selama 7 tahun disini, ku lihat mobil avanza berwana putih, mobil yang papa sewa untuk menjemputku dari pondok. Karena kami tidak punya mobil, papa khusus menyewa mobil untuk menjemput ku sebab buku-buku ku cukup banyak dan bila diangkut dengan sepeda motor bisa sangat merepotkan. Tak jauh dari mobil itu ku lihat keluargaku yang sedang berkumpul di teras mesjid, terlihat ibu ku yang sejak tadi siang memeluk ade ku yang akan ditinggal selepasnya kami pergi dari pondok ini.


Dalam GOR, ku lihat teman-teman sedang asyik beres-beres seusai acara haflatut taudi’ kelas kami tadi pagi. Mereka adalah sahabat-sahabatku yang berhasil mengukir sejarah selama 4 tahun ini dalam lembaran hidup ku. Tak akan pernah ku lupakan mereka, seperti apapun mereka. Tapi sayang, sosok yang dulu pernah menarik perhatianku tidak kunjung ku temui, si kerudung hijau. Sekarang aku sudah mengenal namanya, lulu khumaeroh, ya itu lah namanya. Terakhir ku dengar kabarnya bahwa dia menjadi salah satu krucil sejak setahun lalu, sejak ia lulus dari MAK dan ikut mengajar untuk kelas KP (kelas persiapan). Akan tetapi tak pernah sekalipun ku temui lagi sosoknya. Mungkin karena diriku sudah berhenti mengharapkannya atau memang karena tuntutan pendidikan disini yang menjadikanku tak terlalu memikirkannya. Hanya saja memang sejak SMP, aku sudah bertekad tak akan pernah pacaran walaupun seperti apapun aku menyukai seseorang perempuan. Aku hanya ingin mempersembahkan cinta ku yang pertama dan terakhir hanya untuk istriku nanti. Karena dia lah pendamping hidup dan matiku kelak.

Lulu khumaeroh…. Nama ini tak akan pernah ku lupakan. Mungkin ini adalah awal dari sebuah takdir, tak ada suatu kebetulan dalam hidup ini. Semua sudah ada yang mengatur, tak ada yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab. Dan suatu hari nanti, aku merasa kita akan bertemu lagi dengan keadaan dan situasi yang berbeda. I’ll see you again….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar