Minggu, 15 Februari 2015

Kapan aku bisa bertemu dengannya?

Setiap malam aku memandang langit, berharap bulan dan bintang dapat menyampaikan salam rinduku
Setiap hujan turun aku amati rintiknya, gemricik airnya, ceria suaranya, aku berharap air membawakan salam rindunya untukku

Setiap angin berdesir, aku rasakan gerakan pepohonan, lambaian jilbab yang kukenakan, dingin yang menyentuh kulitku. Angin.... apakah kau bisa membawanya untukku? setidaknya, katakan padanya aku di sini menunggunya


Setiap matahari bersiap - siap untuk terbit, aku duduk menunduk di atas sajadahku, Alloh.. sehatkanlah ia, lancarkanlah segala urusannya.

Alam.... sampaikan rasa rindu dan cintaku melalui gerak gerikmu
 Melalui mekar bunga yang menggambarkan betapa bahagianya aku mengenalnya dan memiliki cintanya
Melalui kerlip bintang yang menyatakan betapa hebat detak jantungku ketika hanya memandangnya dari layar laptopku
Melalui silau sinar matahari yang meluapkan betapa besarnya harapanku untuk selalu bersamanya, mengarungi dan mengindahkan hidup yang akan kita lalui, menggapai Ridho Alloh

Kapan aku bisa melihat badanya yang tinggi?
Kapan aku bisa meyentuh hangat senyumnya?
Kapan aku bisa mendengar langsung manis ucapannya?
Kapan aku bisa merasakan secara nyata harapan dan cintanya untukku?
Kapan aku bisa bertemu dengannya? Kapan?

1 komentar:

  1. ade, hari ini hujan turun saat mas keluar dari gedung kuliah. seakan membawa pesan rindu dari ade,
    rindu yang tak terhitung jumlahnya seperti rintikan hujan yang tak ada habisnya...
    rindu yg menghidupkan jiwa dan raga mas, seperti air menghidupkan tanah yg gersang....
    terima kasih sayang ;)

    BalasHapus