3 agustus 2014 merupakan tanggal
bersejarah buat kami. Saat dimana awal mula kami mengenal satu sama lain, awal
dimana mulai terjalin komunikasi antara kami, awal yang mengantarkan perasaanku
pada nya, awal dimana sebuah hubungan mulai tumbuh dan berkembang. Walau aku
mengenalnya dan mengaguminya bertahun-tahun lama nya tapi aku tetaplah sosok
baru dalam hidupnya. Ia tak pernah sadar siapa yang memperhatikannya saat ia tertawa,
tersenyum bersama teman-temannya saat disekolah, ia tak pernah tahu siapakah
gerangan yang sedang duduk bersimpuh diruang tamu rumah abah mukhlas saat ia
sedang mau keluar rumah, bahkan mungkin ia tak pernah menyadarinya siapa salah
satu diantara ketiga pemuda yang datang berkunjung ke rumah kakeknya disaat
akhir tahun ajaran 2010 lalu.
Melihat senyumnya membuatku
bahagia, memperhatikan perkembangannya bertahun-tahun walau hanya dari
foto-fotonya membuatku tenang, dulu pernah bertatapan dengannya walau hanya
sekali cukup menggetarkan hati ini. aku tak tahu pasti bagaimana hari-harinya
selama ini, apa yang aku lihat itulah apa yang aku tahu sejauh ini. Berbagai
macam bentuk kehidupan telah aku lewati, 11 tahun cukup untuk memberikan
keberanian pada diriku untuk mengutarakan isi hatiku pada nya saat ini. Pada
tanggal ini lah ku utarakan isi hati ku padanya. Tak tahu bagaimana ceritanya,
semakin lama kami semakin akrab. Walaupun awal mulanya aku masih terlalu
canggung untuk mengobrol dengannya, tapi waktu membuat kami mulai bisa
terbiasa.
Dari hal yang disuka dan tidak
disuka hingga bagaimana pandangan masa depan kami, masing-masing dari kami
utarakan bersama. ‘’jangan menduakan ukhti, klo ingin berpoligami silahkan
mencari perempuan lain’’, sebuah kalimat yang akan selalu ku ingat. Tak akan
pernah aku dua kan dia, karena memang hanya ia yang ku cintai dalam diam,
karena memang hanya dia yang mampu membuatku bertahan, karena memang hanya dia
yang bener-bener aku harapkan. Tak berbeda dengannya, apa yang suka adalah ‘Kesetiaan’
dan yang tidak ku suka adalah ‘penghianatan’. Dengan mantap kami terus
melangkah maju kedepan.
Seiring berjalannya waktu, sering
aku terheran-heran sendiri. Apakah aku berada di dunia mimpi? Apakah aku sedang
menghayal? Ketika ku dengan suaranya yang indah dari belahan bumi sana, ku
perhatikan tiap kata-kata yang ia ucapkan, indah… indah sekali. Bahkan lebih
indah dari lagu-lagu melo yang biasa ku dengar di hari-hari suntuk ku. Dia tak
sedang bernyanyi, dia pun tak sedang melantunkan puisi, ia hanya sedang bercerita
ini dan bercerita itu. Akan tetapi seakan yang terdengar dalam telinga ku
adalah susunan irama lagu yang sangat memukau, terkadang bernada rendah dan
juga terkadang bernada tinggi. Ketika sedang mengobrol melalui via tulisan
memang ia terlihat biasa saja dalam bertutur kata, tapi saat mengobrol melalui
via suara tak disangka ia begitu semangat sekali dalam berbicara. Hingga akhirnya
aku punya inisiatif untuk merekam semua obrolan kami. Sekarang aku punya kebiasaan baru, mendengarkan
rekaman suara-suara nya sebelum tidur.
Awalnya memang aku menginginkan
untuk tidak melakukan videocall dalam hubungan jarak jauh ini sampai aku pulang
ke tanah air, akan tetapi hati ini tak sanggup menahan rasa penasaran untuk
melihat belahan jiwa disana. Akhirnya pun kami memulai mengobrol dengan
menggunakan via video. Sekali dua kali dalam seminggu hingga akhirnya tiap hari
kami selalu ingin bersama. Terkadang ku temani ia istirahat melepas lelahnya karena
seharian sibuk disekolah, atau terkadang hanya sekedar mengucapkan ‘aku rindu
kamu’.
Begitulah awal kisah cinta kami,
tanggal bersejarah ini akan selalu ku ingat. Ini lah kisah cinta kami!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar