Jumat, 27 Februari 2015

Itu Seragam Buat Perjalanan Aja


Waktu tak pernah berhenti melaju, terus dan terus melangkah kedepan tak menghiraukan siapapun yang ia lewati. Kaya miskin, muda tua, orang baik ataupun orang jahat dan siapapun tanpa terkecuali ia lewati tanpa ada keraguan. Begitupun kehidupan ku ini, tak terasa sudah 2 tahun lebih aku merantau di negri orang. Negrinya para keturunan bangsa nabi Musa AS. dan raja fir’aun yang konon mayatnya masih utuh bersemayam di sebuah musium besar terkenal di negara ini, Mesir. Banyak hal terjadi selama 2 tahun terakhir ini, proses adaptasi yang cukup berat, kuliah yang cukup jauh saat tahun pertama, makan makanan orang daerah setempat yang rasanya tak terdefinisikan, kehilangan HP di bis bahkan sampai diusir pemilik rumah kontrakan saat terjadi revolusi mesir tanggal 27 januari 2011 lalu kalau tak salah, maklum aku tak pandai mengingat angka (hehe).

Banyak hal yang terjadi, tapi itu merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi ku. Keberadaan ku di negri orang ini pun sebenarnya tanpa direncanakan, karena awal mula rencana ku untuk meneruskan jenjang pendidikan saat lulus MAK Al Hikmah 2 adalah masuk ke salah satu Universitas terkenal di Surabaya, yaitu ITS (Institut Teknologi Surabaya). Tapi rencana ku kandas di atas meja kantor bagian Kesiswaan, informasi bidik misi yang ku dapat memerlukan rekomendasi dari sekolah akan tetapi tak seorangpun dari dewan guru saat itu yang menyetujuinya. Tak berhenti disitu, ternyata aku mendapatkan kesempatan untuk mengajukan diri mengikuti seleksi CSSMora, berbagai macam keperluan administrasi aku penuhi. Aku bersama seorang temen sekelasku yang turut ikut seleksi ini bersedia membantu temen-temen yang lain dalam persiapan pendaftaran dan administrasi untuk seleksi tersebut, baik dalam masalah tanda tangan sana sini, perlengkapan ini itu dan lain-lain.

Tapi sayang, gayung tak menyambut, berkas kami berdua tak diterima masuk seleksi. Sebenernya tak menjadi soal bila kami tak diterima, yang membuat kami heran dan kecewa berat adalah ada seorang teman kami dari kelas perempuan yang sejak awal kami tau bahwa dia tidak ikut serta dan sama sekali tidak mempersiapkan berkas-berkasnya bisa diterima tanpa ada pendaftaran. Wal hasil, kami bingung. Tapi ‘ala kulli hal semua ada hikmahnya. Terakhir usahaku, aku berencana mengikuti ujian masuk UIN Jakarta tapi disaat akan mendaftar ternyata ada pengumuman telah dibukanya pendaftaran ujian seleksi Timur Tengah, Mesir Sudan dan Libia. Dengan berbekal izin dari kedua orang tua, aku mengikuti ujian tersebut dan alhamdulillah sekarang aku sudah berada di timur tengah selama 2 tahun terakhir ini walaupun banyak hal yang terjadi untuk mencapai negri ini. Hal ini mengingatkan ku saat kelas 1 MAK di alhikmah dulu, aku pernah berpesan pada temanku muhajirin yang mana pada saat itu dia diterima tes masuk tsanawiyah/SMA di Al Azhar Mesir. Aku berpesan padanya, "siapkan satu kamar kosong untuk ku yah!" ucapku padanya. Eh tanpa dikira ternyata Allah menakdirkanku untuk melanjutkan study di Al Azhar University.

Itulah waktu, tak pandang bulu dengan siapapun ia berhadapan, ia tak kan gentar. Bahkan ku lihat dibalik layar laptopku, sekarang si krudung hijau telah sibuk dengan berbagai macam aktivitas. Sudah lama ku perhatikan tiap kegiatannya melalu foto-foto yang ia unggah di facebook. Singapore, thailand dan malaysia, ia kunjungi bersama murid-muridnya dan guru-guru yang lain dari Malhikdua School. Ingin sekali ku sapa dia lewat pesan, tapi aku selalu takut untuk memulai. "Akan tetapi kali ini ku rasa ada kesempatan baik", dalam benak ku. Ku lihat dalam salah foto yang ia unggah, murid-murid aliyah yang saat itu ikut ke malaysia, thailand dan singapore menggunakan pakaian seragam yang tak pernah kami pakai dulu. "Mungkin bisa aku manfaatkan ini untuk memulai, dengan menanyakan hal sepele seperti ini sebagai langkah berkenalan dengan nya", pikirku. Ku beranikan menulis komentar dalam album fotonya, "Mantap sekali.... itu rompi merah seragam baru ya ukh?" tanya ku. Tak tunggu lama, setelah aku memberi komentar dengan sebuah pertanyaan ia pun menjawab seperlunya tanpa ada kata tambahan. “itu seragam buat perjalanan aja…” jawabnya, Aku bumkam tak tau apa lagi yang mau aku bicarakan??!! cuma itu yang bisa ku lakukan, sambil berulang kali ku baca komentarnya yang menjawab pertanyaanku itu. Hanya pesan ini yang menghubunganku dengannya. Ku pandang foto-fotonya, dalam hati ku berkata “apa pantas aku mendapatkan hatinya?”. Hanya senyum yang mampu menghiburku.

Ada hal yang selalu membuat hatiku berdetak cepat saat log in akun facebookku, yaitu foto profilnya selalu muncul di barisan pertama branda FB ku. Bukan sekali atau dua kali, bahkan berulang kali. Rasa hati tak kuat menahannya, akhirnya ku putuskan untuk meremove facebooknya dengan salah satu harapan mungkin saja ia akan tau bahwa aku yang beberapa waktu lalu berkomentar di album fotonya meremovenya dan mungkin dia akan bertanya 'kenapa diremove' atau mungkin dia akan meng-add kembali akun fb ku. Hari berganti hari, tak ada tanda-tanda kehidupan dalam harapanku. “Lucunya diriku ini”, pikirku sambil tertawa kecut. Ku biarkan waktu berlari lebih cepat dengan berbagai permasalahan yang aku hadapi, kuliah, ortu dan lain-lain. Walau tak pernah lagi menjadi baris pertama di branda FB ku setelah ku remove, tapi tetap ku perhatikan foto-foto dirinya. Dia suka sekali mengganti foto profil bahkan akhir-akhir ini ku ketahui bahwa ia punya instagram, banyak foto-foto yang ia unggah disana. ku simpan alamat instagramnya, agar mudah bila tiap saat ku ingin memandangnya. Tak tau apa yang aku lakukan ini, aku pesimis mendapatkannya tapi selalu berharap menggapainya. Semoga Allah memberikan yang terbaik buatku, amiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar