Waktu tak pernah berhenti melaju, terus dan terus melangkah kedepan tak menghiraukan siapapun yang ia lewati. Kaya miskin, muda tua, orang baik ataupun orang jahat dan siapapun tanpa terkecuali ia lewati tanpa ada keraguan. Begitupun kehidupan ku ini, tak terasa sudah 2 tahun lebih aku merantau di negri orang. Negrinya para keturunan bangsa nabi Musa AS. dan raja fir’aun yang konon mayatnya masih utuh bersemayam di sebuah musium besar terkenal di negara ini, Mesir. Banyak hal terjadi selama 2 tahun terakhir ini, proses adaptasi yang cukup berat, kuliah yang cukup jauh saat tahun pertama, makan makanan orang daerah setempat yang rasanya tak terdefinisikan, kehilangan HP di bis bahkan sampai diusir pemilik rumah kontrakan saat terjadi revolusi mesir tanggal 27 januari 2011 lalu kalau tak salah, maklum aku tak pandai mengingat angka (hehe).
Banyak hal yang terjadi, tapi itu merupakan pengalaman yang sangat
berharga bagi ku. Keberadaan ku di negri orang ini pun sebenarnya tanpa direncanakan, karena awal mula rencana ku untuk meneruskan jenjang pendidikan
saat lulus MAK Al Hikmah 2 adalah masuk ke salah satu Universitas terkenal
di Surabaya, yaitu ITS (Institut Teknologi Surabaya). Tapi rencana ku kandas di
atas meja kantor bagian Kesiswaan, informasi bidik misi yang ku dapat memerlukan
rekomendasi dari sekolah akan tetapi tak seorangpun dari dewan guru saat itu yang
menyetujuinya. Tak berhenti disitu, ternyata aku mendapatkan kesempatan untuk
mengajukan diri mengikuti seleksi CSSMora, berbagai macam keperluan
administrasi aku penuhi. Aku bersama seorang temen sekelasku yang turut
ikut seleksi ini bersedia membantu temen-temen yang lain dalam persiapan pendaftaran dan
administrasi untuk seleksi tersebut, baik dalam masalah tanda tangan sana sini, perlengkapan ini itu dan lain-lain.
Tapi sayang, gayung tak menyambut, berkas kami berdua
tak diterima masuk seleksi. Sebenernya tak menjadi soal bila kami tak diterima, yang membuat kami heran dan kecewa berat adalah ada seorang teman kami dari kelas perempuan yang
sejak awal kami tau bahwa dia tidak ikut serta dan sama sekali tidak mempersiapkan
berkas-berkasnya bisa diterima tanpa ada pendaftaran. Wal hasil, kami
bingung. Tapi ‘ala kulli hal semua ada hikmahnya. Terakhir usahaku, aku
berencana mengikuti ujian masuk UIN Jakarta tapi disaat akan mendaftar ternyata
ada pengumuman telah dibukanya pendaftaran ujian seleksi Timur Tengah, Mesir Sudan
dan Libia. Dengan berbekal izin dari kedua orang tua, aku mengikuti ujian
tersebut dan alhamdulillah sekarang aku sudah berada di timur tengah
selama 2 tahun terakhir ini walaupun banyak hal yang terjadi untuk mencapai
negri ini. Hal ini mengingatkan ku saat kelas 1 MAK di alhikmah dulu, aku
pernah berpesan pada temanku muhajirin yang mana pada saat itu dia diterima tes
masuk tsanawiyah/SMA di Al Azhar Mesir. Aku berpesan padanya, "siapkan satu
kamar kosong untuk ku yah!" ucapku padanya. Eh tanpa dikira ternyata Allah
menakdirkanku untuk melanjutkan study di Al Azhar University.
Itulah waktu, tak pandang bulu
dengan siapapun ia berhadapan, ia tak kan gentar. Bahkan ku lihat dibalik layar
laptopku, sekarang si krudung hijau telah sibuk dengan berbagai macam
aktivitas. Sudah lama ku perhatikan tiap kegiatannya melalu foto-foto yang ia
unggah di facebook. Singapore, thailand dan malaysia, ia kunjungi bersama
murid-muridnya dan guru-guru yang lain dari Malhikdua School. Ingin sekali ku sapa dia lewat
pesan, tapi aku selalu takut untuk memulai. "Akan tetapi kali ini ku rasa ada kesempatan baik",
dalam benak ku. Ku lihat dalam salah foto yang ia unggah, murid-murid aliyah
yang saat itu ikut ke malaysia, thailand dan singapore menggunakan pakaian
seragam yang tak pernah kami pakai dulu. "Mungkin bisa aku manfaatkan ini untuk memulai, dengan
menanyakan hal sepele seperti ini sebagai langkah berkenalan dengan nya", pikirku. Ku beranikan menulis komentar dalam album fotonya, "Mantap sekali.... itu rompi merah seragam baru ya ukh?" tanya ku. Tak tunggu
lama, setelah aku memberi komentar dengan sebuah pertanyaan ia pun menjawab seperlunya tanpa ada kata tambahan. “itu seragam buat perjalanan aja…” jawabnya, Aku bumkam tak tau
apa lagi yang mau aku bicarakan??!! cuma itu yang bisa ku lakukan, sambil
berulang kali ku baca komentarnya yang menjawab pertanyaanku itu. Hanya pesan ini yang menghubunganku dengannya. Ku pandang foto-fotonya, dalam hati ku
berkata “apa pantas aku mendapatkan hatinya?”. Hanya senyum yang mampu
menghiburku.
Ada hal yang selalu membuat hatiku berdetak cepat saat log in
akun facebookku, yaitu foto profilnya selalu muncul di barisan pertama branda
FB ku. Bukan sekali atau dua kali, bahkan berulang kali. Rasa hati tak kuat
menahannya, akhirnya ku putuskan untuk meremove facebooknya dengan salah satu harapan
mungkin saja ia akan tau bahwa aku yang beberapa waktu lalu berkomentar di
album fotonya meremovenya dan mungkin dia akan bertanya 'kenapa diremove' atau
mungkin dia akan meng-add kembali akun fb ku. Hari berganti hari, tak
ada tanda-tanda kehidupan dalam harapanku. “Lucunya diriku ini”,
pikirku sambil tertawa kecut. Ku biarkan waktu berlari lebih cepat dengan berbagai permasalahan yang
aku hadapi, kuliah, ortu dan lain-lain. Walau tak pernah lagi menjadi baris
pertama di branda FB ku setelah ku remove, tapi tetap ku perhatikan
foto-foto dirinya. Dia suka sekali mengganti foto profil bahkan akhir-akhir ini
ku ketahui bahwa ia punya instagram, banyak foto-foto yang ia unggah
disana. ku simpan alamat instagramnya, agar mudah bila tiap saat ku ingin memandangnya. Tak tau apa yang aku lakukan ini, aku pesimis mendapatkannya tapi
selalu berharap menggapainya. Semoga Allah memberikan yang terbaik buatku,
amiiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar