Minggu, 05 April 2015

Adzan Asharku



Aku terbangun dari tidur siangku, Mataku tak lekat dari layar laptopku. Kulihat kau yang masih terlelap. Kedua tanganmu kau letakan di bawah kepalamu, Itu gaya kesukaanmu sewaktu tidur, sama sepertiku.

Terdengar suara adzan Ashar yang begitu syahdu dari  mushola Al furqon yang terletak persis depan kamarku. Suara adzan bukanlah hal yang asing bagiku. Setiap hari aku bisa mendengarkannya. Tapi entah mengapa, Adzan kali ini benar – benar menusuk hatiku. Tak terasa air mata menetes deras. Tiba tiba tergambar jelas wajah bapa dan ibuku yang sangat kucintai lebih dari apapun di dunia ini. Terbayang wajah tua dan lelah bapa, tangan kasarnya, kulitnya yang hitam terbakar matahari. Ubanya yang mulai menyeluruh. Tatapan matanya yang begitu dalam. Kata - katanya yang begitu keramat bagiku. Kakinya yang penuh dengan kapal melangkah demi masa depan anak anaknya. Ingatannya yang mulai memudar termakan usia. Ia tak pernah meminta apapun dari kami anak anaknya, ia tak pernah menuntut apapun. ia tak pernah mengeluhkan apapun. walaupun aku tau, begitu besar harapannya padaku pada kami, begitu tinggi cita citanya agar aku lanjutkan. Ia utarakan dalam diam dan doa.

 
Air mataku kian menjadi ketika kuteringat wajah ibuku yang cantik. Wajah ibu yang setia pada bapaku yang tak berlimpah harta. Wajah ikhlas menerima apapun yang digariskan Alloh. Teringat sujudnya yang dalam mendoakan kami. teringat keistiqomahannya menjalankan sunnah RosulMu. ketulusannya dalam mengurusku, adiku dan bapaku bahkan mengurus keluarga besarku. Wajah ibu yang tak mengenal istilah modern glamour dan hal hal lain yang berbau kemewahan. tapi ia tetap ibuku yang cantik dan hebat.

Hatiku kian tertusuk, sakit. Aku tak bisa memiliki apapun yang membahagiakan mereka. Aku tak bisa melakukan banyak hal untuk mereka. Yang bisa kulakukan hanya mendoakan mereka. Persatukan mereka yang selalu terpisah di surgaMu ya Alloh. Berikan kesempatan untuk mereka berkunjung ke Ka’bahMu ya Alloh. Bahagiakan mereka selalu dengan rasa syukur yang mereka rekahkan. Berikan aku waktu dan rizqi untuk mengurus masa tua mereka. ya Alloh...

Tangisku semakin hebat, sekilas terbayang orang orang meninggalkanku di sini, sehingga aku merasa begitu sepi, sendiri. Sehingga aku merasa tertinggal. Aku merasa tak beruntung. Aku merasa tertekan. Aku merasa rindu yang dalam. Tersadar bahwa sebentar lagi adikupun kan beranjak melangkah meninggalkanku. Terbayang kesendirian  panjang yang akan kuhampiri, lagi. 

Lagi, kutatap matamu yang sayu - sayu mulai terbuka. melihat raut sedihmu melihatku menangis tersedu. melihat wajah bingungmu yang tak bisa melakukan banyak hal ketika aku terisak. aku tau kau ingin tak sekedar memegang erat pundaku menguatkanku. Kutenggelamkan wajahku di bantal yang kutiduri. Sembari berkata dalam hati, kaulah harapanku untuk menggenggam erat tanganku, membunuh segala kesedihan dan kesendirian yang menikamku saat ini, kaulah obat dari segala kerisauanku akan mimpi mimpi membahagiakan dan memuliakan orangtuaku, kaulah semangatku untuk tetap berharap untuk tetap berjuang, kau yang selalu membuat aku merasa menapaki bumi ketika aku merasa entah, tapi kau pula yang membuatku melayang tinggi dengan harapan harapan yang kau tawarkan. Sedikit sakit di dada ini terobati. Kutatap lagi wajahmu yang lembut mempersilahkanku menangis tersedu melepaskan segala rasa sedih yang bergelayut. Aku terisak semakin dalam, menyadari kau belum bisa kusentuh, kau tak benar benar berada di sisiku walau kutahu kau selalu ada. Menghitung berapa lama lagi aku harus menunggu, berapa tinggi kesabaran lagi yang harus ku daki untuk menantimu. 

Lagi, aku hanya bisa berdoa dengan segala optimis yang aku miliki, dengan segenap percaya akan KuasaMu ya Alloh. Percaya bahwa segala niat baik akan dimudahkan. Ya Alloh, sehatkanlah orang yang sangat kucintai ini, mudahkanlah segala urusannya. pertemukan dan halalkan kami segera. Agar kami kuat dan tegak dalam menjalankan segala perintahMu. Mekarkanlah cinta ini, agar kami bisa merealisasikan cinta dan cita cita kami.

Sucikan dan restui cintaku terhadap kedua orangtuaku, keluargaku, dan laki lakiku ini ya Alloh….


1 komentar: