Kamis, 08 Oktober 2015

Berselancar Bersama Ibnu Hisyam, Mengarungi Samudera Kehidupan Nabi Muhammad SAW.[1]



Judul Buku   : Sirah An Nabawiyah
Penulis         : Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al-Humairy
Penerbit        : Dar Al-Marefah, Beirut - Lebanon
Cetakan        : Cetakan ke-8
Tahun Terbit : 1433 H / 2012 M
Tebal Buku   : 4 jilid
Jumlah Halaman : 1238 halaman




 I.     Pendahuluan

Ketika kita membicarakan sejarah kehidupan Rasulullah SAW. pada 14 abad silam, pasti kan kita temukan puluhan bahkan ratusan buku yang membahas tentang riwayat hidup beliau. Dari keseharian beliau pribadi hingga bagaimana beliau ber-muamalah dengan masyarakat sekitar. Segala bentuk tindak tanduk beliau menjadi sorotan publik, bukan hanya saat beliau masih hidup saja, akan tetapi berabad-abad setelah beliau wafat pun beliau tetap menjadi trending topic dalam perbincangan. Bahkan pada tahun 1978, salah satu astrofisikawan dari amerika serikat, Michael H. Hart, menempatkan Nabi Muhammad SAW. diposisi teratas dalam karya nya ‘The 100 A Ranking of The Most Influential Persons In History’ dan diterjemahkan dalam berbagai macam bahasa. Ini menjadi salah satu bukti begitu hebatnya sosok beliau bukan hanya di kalangan orang arab saja, akan tetapi di seluruh kalangan manusia di dunia. Begitulah manusia pilihan yang telah Allah SWT. siapkan untuk menjadi wakilnya di dunia ini. Bukan karena kenabian pada diri Rasulullah lah yang menjadikan ia makhluk spesial, tapi memang dari sejak awal beliau diciptakan di muka bumi ini lah Allah telah membuatnya spesial dibandingkan makhluk yang lain hingga akhirnya mampu menanggung beban risalah dari Sang Ilahi.

Dalam sejarah bangsa arab, pengabadian suatu kejadian atau tokoh suatu golongan dalam bentuk tulisan belum lah menjadi sesuatu yang diminati. Mereka lebih cenderung hanya berbekal telinga dan lisan untuk saling bertukar cerita tentang kejadian-kejadian unik di masa-masa jahiliyah pertama. Hingga zaman Rasulullah SAW. dan para khalifatur Rasyidin pun belum ada kecenderungan untuk mengabadikan semua momen-momen perjuangan beliau bersama para sahabatnya dalam bentuk tulisan. Tapi dengan daya ingat yang sangat luar biasa yang telah Allah karuniakan pada para sahabat dan tabi’in, membantu mereka mengabadikannya dalam benak mereka. Sampai pada masa dinasti muawiyah mulai lah muncul sebuah inovasi untuk membukukan sejarah. Hal ini diawali oleh ‘ubaid bin syariyah al jurhami yang diperintah langsung oleh muawiyah untuk menulis sejarah. Lalu ia menulis sejarah raja-raja dan cerita orang-orang terdahulu. Setelah kejadian ini, mulai lah berbondong-bondong dari kalangan ulama turut serta berkontribusi dalam ilmu sejarah. Akan tetapi kecenderungan para ulama tersebut hanya berpusat pada ilmu sejarah yang bersifat khusus yaitu sejarah perjalanan Rasulullah SAW. Dari situlah ditemukan banyak sekali buku yang menuliskan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan beliau. Hal itu dikarenakan begitu besarnya rasa kecintaan mereka pada Rasulullah SAW sampai-sampai segala sesuatu tentangnya diabadikan.

Selama bertahun-tahun larangan penulisan hadist Rasulullah SAW. diberlakukan karena ditakutkan akan bercampur dengan Al quran. Hingga pada masa kepimpinan umar bin abdul aziz, dihapuskanlah larangan tersebut. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para ulama. Segerombolan ahli hadits datang kepada khalifah dan mempersembahkan hasil karya mereka dalam ilmu sejarah. Diantara para ahli hadits tersebut yaitu ‘urwah bin az zubair bin al ‘awwam cucu dari khalifah abu bakar as shidik. Karena dia termasuk yang meriwayatkan banyak hadits nabi SAW. dan sepak terjang beliau saat awal mula penyebaran islam. Sampai, imam ibnu ishak yang dikenal sebagai ahli sirah (sejarah), imam al waqidi dan imam at thobari banyak meriwayatkan hadits melaluinya. Dari tangan ibnu ishak ini lah ibnu hisyam mengambil peran dalam mengarungi sejarah Rasullullah SAW. Beliau, ibnu hisyam, mengolah apa yang telah dihasilkan dari kedua tangan ibnu ishak dengan metode an naqdu wa at ta’lik (kritik dan komentar) dan kemudian beliau melakukan penambahan dan pengurangan sesuai dengan apa yang beliau ketahui.
II.     Sekelumit keutamaan Buku Sirah An Nabawiyah karya Ibnu Hisyam Al Ma’afiry

Buku sejarah nabi Muhammad SAW. hasil karya ibnu hisyam sangat fenomenal. Sudah diakui oleh para ulama bahwa karya nya ini menjadi buku terpercaya dalam bidang sejarah Rasulullah SAW. bukan hanya itu, buku ini pun menjadi referensi utama dalam setiap kajian para ulama dalam meneliti sejarah islam. Dekan fakultas Ushuludin jurusan dakwah, duktur ‘ali ‘ali syahin, menjadikan buku sirah karya ibnu hisyam ini sebagai referensi dalam menelisik akhlak mulia yang ada pada diri nabi muhammad SAW dalam karyanya yang berjudul ‘al wufud fi al ‘ahdi al makki wa atsaruha al ‘ilami fi ad dakwah’ dan kemudian menjadi diktat kuliah bagi para mahasiswa fakultas ushuludin jurusan dakwah. Beliau memaparkan dalam bukunya tentang cara ber-muamalah  rasulullah dengan para kafir quraisy yang begitu halus dan bijaksana. Bukan hanya beliau saja, dekan sebelumnya, duktur ibrahim bakr zaki, yang terkenal akan karya-karyanya yang luar biasa dengan menggunakan bahas yang lugas dan mudah dipahami dalam bidang perbandingan agama. Beliau pun menjadikan karya ibnu hisyam referensi pada tiap tulisan-tulisan beliau yang berkaitan dengan sejarah.
III.     Kelebihan dan kekurangan

Buku sirah karya ibnu hisyam ini sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh tiap insan penuntut ilmu, khususnya hasil dari percetakan dar al-marefah. Karena didalamnya akan ditemukan beberapa tambahan huruf hijaiyah sebagai isyarat hasil pengkajian ulang yang dilakukan pihak percetakan. Dan ini bisa membantu para pembaca setia dalam menambah wawasan keilmuannya. Begitu pula dengan jenis kertas dan cara penulisan buku tersebut sangat sesuai. Dengan kertas kuning emas yang digunakan oleh pihak percetakan dapat membantu para pembaca dalam menangkap tiap hurus yang tertera. Itu dari sisi cetakannya, belum lagi dari sisi isi buku itu sendiri. Ibnu hisyam dalam karya nya ini menyantumkan urutan sanad (periwayat) sesuai yang beliau dapatkan dari guru-guru beliau. Dengan mengutamakan ke-shohih-an teks dan sanad sebagai bentuk tindakan beliau yang sangat berhati-hati sekali dalam menyampaikan ilmu.

Sesempurna bentuk atau karya manusia apapun tak akan pernah luput dari kekurangan, seperti pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak. Begitu pula karya ibnu hisyam ini, bila kita perhatikan isi dari karya beliau kita akan selalu mendapatkan nama periwayat. Dilain sisi ini merupakan kelebihan dari karya beliau karena menunjukan kredibilitas karya beliau tapi di sisi lain ini menjadikan kurang menariknya dalam penyajian kisah pada pembaca. Berbeda halnya bila kita membaca buku sejarah Rasulullah dari buku lain yang tidak mencantukkan riwayat dalam tulisannya, seakan membawa sang pembaca mengalir dalam aliran cerita yang disajikan. Sedangkan karya ibnu hisyam sendiri terkesan agak kurang efektif dengan banyaknya nama periwayat yang tercantum. Adapun dari sisi percetakan, walaupun kertas dan tulisan sangat baik dalam penyajian akan tetapi ukuran ketebalan kertas yang digunakan cukup tipis. Hal ini menjadikan tulisan antar halaman menjadi terawang dan seakan-akan tumpang tindih dan kurang optimal.
IV.     Kesimpulan

Kami selaku penulis resensi ini sangat menganjurkan teman-teman sekalian untuk membaca buku ini, khususnya para penuntut ilmu yang mana akan menjadi penerus perjuangan para ulama dalam menyebarkan islam yang penuh dengan kasih sayang ini. Bukan hanya sebagai bahan bacaan saja, akan tetapi kita telaah lebih dalam bagaimana sepak terjang Rasulullah SAW. yang sebenarnya dalam menyebarkan islam di muka bumi ini. Jangan hanya jadikan sejarah Rasulullah SAW. dan para sahabatnya sebagai bahan cerita sebelum tidur atau pengisi kultum di mesjid-mesjid saja, tapi mari kita pelajari dan teladani tiap langkah beliau dalam hidup di dunia.

Akhir kata, kami meminta maaf bila ada kesalahan atau kekurangan dalam penyampaian resensi ini. semoga bermanfaat, terima kasih.


[1] Resensi ini disusun oleh Lukman Hakim Saefudin, mahasiswa fakultas Ushuludin jurusan Dakwah universitas Al Azhar Kairo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar