Jumat, 27 Februari 2015

Itu Seragam Buat Perjalanan Aja


Waktu tak pernah berhenti melaju, terus dan terus melangkah kedepan tak menghiraukan siapapun yang ia lewati. Kaya miskin, muda tua, orang baik ataupun orang jahat dan siapapun tanpa terkecuali ia lewati tanpa ada keraguan. Begitupun kehidupan ku ini, tak terasa sudah 2 tahun lebih aku merantau di negri orang. Negrinya para keturunan bangsa nabi Musa AS. dan raja fir’aun yang konon mayatnya masih utuh bersemayam di sebuah musium besar terkenal di negara ini, Mesir. Banyak hal terjadi selama 2 tahun terakhir ini, proses adaptasi yang cukup berat, kuliah yang cukup jauh saat tahun pertama, makan makanan orang daerah setempat yang rasanya tak terdefinisikan, kehilangan HP di bis bahkan sampai diusir pemilik rumah kontrakan saat terjadi revolusi mesir tanggal 27 januari 2011 lalu kalau tak salah, maklum aku tak pandai mengingat angka (hehe).

Selasa, 24 Februari 2015

Seperti Kemarin



Seperti kemarin
Ya rasanya seperti kemarin aku mengenalmu yang kaku
Membuka hatiku dan mempersilahkanmu mengisinya
Merasakan cinta yang kau tanam dalam hati ini
Melihat kesungguhanmu dan keyakinanmu

Minggu, 22 Februari 2015

Talking to myself "Don't be sad"

When you have nothing, yet your job is to share
Then?
Crying....
Screaming.....
Searching.......

Kita, Part I


Idul Fitri selalu menjadi bulan yang aku tunggu. Satu-satunya bulan yang mengumpulkan seluruh keluargaku yang terpisah, tanpa harus ada yang sakit, tanpa harus ada acara besar. Idul Fitri, selalu menjadi kenangan, kenangan bahagia masa kecilku yang tak akan pernah terulang, kenangan menggetirkan tentang “hampir kehilangan mama” –orang yang paling aku sayangi, kenangan mengharukan pertemuan sekaligus perpisahan sanak saudara, kenangan menyenangkan memiliki uang banyak –karena hanya di bulan ini aku bebas membeli jajan yang kusuka (hehe)- . Ya, aku selalu tak pernah kehabisan kata untuk menggambarkan Idul Fitri, karena sebagian besar pahit manis kehidupanku terjadi di bulan ini. Karena setiap idul Fitri aku merasa.....”aku telah lama menghuni bumi tua ini”.

Minggu, 15 Februari 2015

Kapan aku bisa bertemu dengannya?

Setiap malam aku memandang langit, berharap bulan dan bintang dapat menyampaikan salam rinduku
Setiap hujan turun aku amati rintiknya, gemricik airnya, ceria suaranya, aku berharap air membawakan salam rindunya untukku

Setiap angin berdesir, aku rasakan gerakan pepohonan, lambaian jilbab yang kukenakan, dingin yang menyentuh kulitku. Angin.... apakah kau bisa membawanya untukku? setidaknya, katakan padanya aku di sini menunggunya

Sabtu, 07 Februari 2015

Lulu Khumaeroh, Nama Ini Tak Kan Terlupakan



Sore itu mendung, tampak sebentar lagi akan turun hujan. Langit tampak mulai gelap, lampu-lampu mulai menyala satu persatu. Aku berdiri terdiam tepat di depan GOR Al Hikmah 2, memandang ke langit, melihat sekeliling ku. Tanah ini akan menjadi sejarah, sejarah hidupku. Serasa semua kenangan selama 7 tahun ini kembali datang memenuhi hati dan pikiranku, ''pasti akan ku rindukan tempat ini'', batinku. Di depan mesjid An Nur, mesjid bersejarah dan penuh kenangan buat ku selama 7 tahun disini, ku lihat mobil avanza berwana putih, mobil yang papa sewa untuk menjemputku dari pondok. Karena kami tidak punya mobil, papa khusus menyewa mobil untuk menjemput ku sebab buku-buku ku cukup banyak dan bila diangkut dengan sepeda motor bisa sangat merepotkan. Tak jauh dari mobil itu ku lihat keluargaku yang sedang berkumpul di teras mesjid, terlihat ibu ku yang sejak tadi siang memeluk ade ku yang akan ditinggal selepasnya kami pergi dari pondok ini.

Minggu, 01 Februari 2015

Bagai Sang Katak mengharapkan Sang Rembulan



Genap sudah setahun lebih aku tak tahu kabarnya si perempuan berkerudung hijau itu. Hanya satu pertemuan membuatku selalu memikirkannya. Pikirku, mungkin ia seorang abdi dalem abah Mukhlas, karena setahu ku abah mukhlas hanya punya 2 anak dan keduanya masih kecil sekali. Semoga bila ada kesempatan, bisa bertemu dengannya di lain waktu.

Engkau, Hujanku



Aku bahagia bermain dengan hujan
Merasakan ramahnya air menyentuh kulitku
Sendunya langit yang mendamaikan
Rintik airnya yang berirama
Sambutan tanah yang bergairah
Indah
Sungguh indah