Jumat, 17 Juli 2015

Ramadhan Bersamamu



Rasanya baru kemarin aku menyambut bulan ini. Bulan yang ditunggu semua umat-Mu. Bulan yang membawa berkah untuk siapapun tanpa terkecuali.

Aku masih ingat, untuk mengenalmu di bulan syawal tahun lalu aku harus melewati hal- hal yang sangat menyakitkan di ramadhanku (mungkin ini terlalu berlebihan) tapi itulah kenyataannya. Lebih dari seminggu aku menangis karena hal yang telah menyakiti hatiku, meruntuhkan harapanku, melumpuhkan semangatku. Aku menangis dan terus menangis rasanya tak akan ada hal yang bisa membuatku tersenyum lagi. Tanpa menyadari bahwa Allah selalu memenuhi janji-Nya, janji bahwa sesungguhnya dalam kesulitan pasti ada kemudahan. Setelah air mata pasti akan merekahlah senyuman. 

Jumat, 03 Juli 2015

Cinta ini Untuk Mu



Pagi ini langit agak gelap tertutup kabut, mata ku belum bisa ku pejam kan sejak semalam. Ku lihat jejeran angka di pojok kiri layar laptopku menunjukkan pukul 5:45 CLT (cairo limited time). Pikiran ku masih melayang entah kemana, tatapan ku kosong, hati ku berdetak tak beraturan entah irama apa yang kali ini ia mainkan. Tak lama aku mulai tersadar dengan suara seseorang yang sudah lama tak ku dengar, suara khas nya yang sering membuatku rindu untuk selalu mendengar semua kata-kata hikmah kehidupan darinya, papa ku. Sudah lebih dari sejam aku menelpon papa, bertanya, berkonsultasi dan meminta nasihat tentang arti sebuah kata ‘cinta’ yang sedang tumbuh dan mekar dalam hati ku. Aku menceritakan padanya tentang sosok perempuan berkrudung hijau yang kerap kali berlari-lari dalam pikiranku, menghiasi alam bawah sadar ku dan yang mana akhir-akhir ini ku akui bahwa aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi. 

3 Agustus 2014, Sebuah Perkenalan



3 agustus 2014 merupakan tanggal bersejarah buat kami. Saat dimana awal mula kami mengenal satu sama lain, awal dimana mulai terjalin komunikasi antara kami, awal yang mengantarkan perasaanku pada nya, awal dimana sebuah hubungan mulai tumbuh dan berkembang. Walau aku mengenalnya dan mengaguminya bertahun-tahun lama nya tapi aku tetaplah sosok baru dalam hidupnya. Ia tak pernah sadar siapa yang memperhatikannya saat ia tertawa, tersenyum bersama teman-temannya saat disekolah, ia tak pernah tahu siapakah gerangan yang sedang duduk bersimpuh diruang tamu rumah abah mukhlas saat ia sedang mau keluar rumah, bahkan mungkin ia tak pernah menyadarinya siapa salah satu diantara ketiga pemuda yang datang berkunjung ke rumah kakeknya disaat akhir tahun ajaran 2010 lalu.

Syihabuddin Al Qarafi, Cendekiawan Mesir Penemu Asli Teori Pelangi



Ahmad bin Idris bin Abdurrahman Abu al Abbas yang lebih dikenal dengan sebutan Syihabuddin Al Qarafi Al Shonhaji Al Bahnasy, seorang cendikiawan ternama yang lahir sekitar pertengahan abad ke-7 hijriyah dari desa bahnasa yang terletak dibagian barat sungai nil, mesir. Beliau berasal dari kabilah sanhaja salah satu kabilah barbar dari maroko, yang telah lama menetap di bumi kinanah ini. Sedangkan sebutan al qarafi disematkan padanya, berasal dari nama sebuah tempat yang bersebelahan dengan makam imam Syafi’i yang mana pada suatu hari beliau, syihabuddin, berangkat terburu-buru ke madrasah untuk menuntut ilmu melewati tempat tersebut karena beliau sudah terlambat. Ketika sampai, sekretaris yang menulis semua nama pada absen hadir lupa akan nama beliau. Lalu sang sekretaris tersebut menulis al qarafi sebagai ganti nama syihabuddin dalam absen dikarenakan arah datangnya beliau. Karena itulah beliau terkenal dengan sebutan al qarafi.